Masuknya UMKM Dalam Rantai Pasok Diharapkan Nilai Transaksinya Naik 10 Kali Lipat

Sabtu, 11 September 2021 | 16:00 WIB

Erick Thohir yakin jika nilai transaksi kerja dalam rantai pasok BUMN dapat meningkat hingga 10 kali lipat

LINK UMKM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir yakin jika nilai transaksi kerja sama dengan Kementerian Perindustrian, dan Kementerian BUMN tentang Kemitraan Koperasi, UMKM dan IKM masuk dalam Rantai Pasok BUMN dapat meningkat hingga 10 kali lipat.
Dalam laporan Deputi UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan, tahap pertama kerja sama ini telah ada 9 UMKM atau IKM yang telah dikurasi dan dapat bermitra dengan 6 BUMN dengan nilai transaksi kerjasama sebesar Rp 52 miliar.
"Nilai transaksinya tadi saya lihat Rp52 miliar. Tapi saya yakin kalau direksi BUMN, kita juga mau nilainya 10 kali lipat di tahap awal," kata Erick.
Enam BUMN yang akan bermitra dengan UMKM/IKM antara lain PT Pertamina, PT PLN, PT kimia Farma, PT Krakatau steel, perum perhutani dan PT RNI persero.
Erick berpesan kepada Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki agar melakukan kurasi UMKM dan IKM dengan baik, agar produk-produk yang masuk dalam rantai pasok BUMN bisa sesuai dengan standarisasi.
"Tentu sebagai partner saya titipkan kepada pak Teten dijaga standarisasi dan kurasinya. Seperti kita bersama-sama waktu itu bagaimana padi UMKM kita coba nanti kurasi terus kita perbaiki supaya yang masuk di padi UMKM lama-kelamaan, ya memang bener-bener UMKM dan produknya mayoritas bener-bener buatan Indonesia," ungkapnya.
Pesan yang sama juga disampaikan kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Menteri Erick meminta Menperin untuk memastikan standarisasi dan kurasi dari IKM sebelum masuk ke rantai pasok BUMN.
"Itu juga yang saya harapkan juga untuk tadi kepada Kementerian Perindustrian untuk memastikan kurasinya sama standarnya harus sesuai ya, karena penting sekali keberpihakan TKDN atau para pemain juga memastikan tidak menurunkan standar daripada Bagaimana BUMN ini bisa terus bersaing di market dan di pasar global," pungkasnya.

RZ/MG

Komentar (1)

  • Aria Sunandar,SE

    16 Sepember 2021 | 08:21:02 WIB

    BUMN sangat penting bagi pelaku umkm

    1 minggu lalu