UMKM Akan Dikurasi Pascapenataan Jalan Yos Sudarso, Solo Siapkan Kawasan Wisata Baru Berbasis Usaha Lokal
Jumat, 9 Januari 2026 | 08:00 WIB

LINK UMKM - Pemerintah Kota Solo berencana melakukan kurasi terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan menempati Kawasan Jalan Yos Sudarso setelah proses penataan kawasan selesai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kawasan tersebut memiliki konsep yang selaras dengan target pengembangan pariwisata kota, tanpa menghilangkan keberadaan pelaku usaha lokal yang telah lama beraktivitas di wilayah tersebut.
Wali Kota Solo menyampaikan bahwa kurasi UMKM bukan ditujukan untuk menyingkirkan pelaku usaha yang ada, melainkan mengajak mereka beradaptasi dengan konsep kawasan baru yang lebih tertata dan berorientasi pada pengalaman wisata. Penyesuaian tersebut mencakup tampilan usaha, jenis produk, hingga kesesuaian dengan karakter pasar yang disasar.
Penataan Kawasan Jalan Yos Sudarso dirancang menyerupai kawasan jalan bersejarah di Distrik Samphanthawong, Bangkok, yang dikenal sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan aktivitas ekonomi lokal. Kawasan ini diproyeksikan menjadi magnet wisata baru di Kota Solo sekaligus penghubung antara kawasan Gatot Subroto (Gatsu) dan Kauman yang lebih dulu berkembang sebagai kawasan wisata.
Pendanaan penataan kawasan akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Pemerintah kota menegaskan bahwa perencanaan ini telah melalui kajian yang matang, termasuk dialog dengan pelaku UMKM dan tokoh masyarakat setempat. Masukan dari para pemangku kepentingan dinilai penting agar penataan kawasan tetap berpijak pada kebutuhan riil di lapangan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah kota tetap optimistis proyek penataan Jalan Yos Sudarso dapat terealisasi pada tahun ini. Efisiensi disebut akan difokuskan pada aspek operasional pemerintahan, sementara program yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata tetap menjadi prioritas utama.
Penataan fisik kawasan akan mencakup penghilangan separator jalan, penataan ulang kabel utilitas dengan sistem tanam bawah tanah, serta pelebaran jalur pedestrian hingga tiga meter. Langkah tersebut bertujuan menciptakan ruang publik yang lebih ramah pejalan kaki dan mendukung aktivitas wisata berbasis UMKM.
Kurasi UMKM dalam kawasan ini dipandang sebagai upaya menjaga kualitas destinasi sekaligus meningkatkan daya saing usaha kecil. Dengan konsep yang lebih terarah, UMKM diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap kawasan wisata, tetapi juga aktor utama yang mendorong perputaran ekonomi lokal.
Kebijakan ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang menempatkan UMKM sebagai bagian integral dari strategi pengembangan kota. Jika diterapkan secara konsisten dan inklusif, penataan Kawasan Jalan Yos Sudarso berpotensi menjadi contoh integrasi antara penataan kota, penguatan UMKM, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di tingkat daerah.
RAT/NNA





