Produksi Lebih Terkendali: Strategi UMKM Menghindari Over-Production di Tengah Ketidakpastian Pasar
Kamis, 29 Januari 2026 | 13:00 WIB

LINK UMKM - Over-production atau produksi berlebihan menjadi salah satu masalah klasik yang sering dialami UMKM, terutama setelah periode permintaan tinggi seperti akhir tahun atau saat menjalankan promo besar. Produksi yang tidak seimbang dengan daya serap pasar berisiko menumpuk stok, membebani gudang, dan mengganggu arus kas. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan fleksibilitas usaha karena modal terjebak pada barang yang belum terjual. Oleh karena itu, UMKM perlu menyusun strategi produksi yang lebih adaptif dan berbasis data agar jumlah barang yang dihasilkan tetap sesuai kebutuhan pasar. Pengendalian produksi menjadi kunci untuk menjaga efisiensi dan stabilitas bisnis.
1. Menggunakan Data Penjualan sebagai Dasar Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi sebaiknya tidak lagi bertumpu pada perkiraan semata. Data penjualan periode sebelumnya dapat digunakan untuk membaca pola permintaan yang paling sering terjadi. Dengan memanfaatkan data historis, UMKM dapat menyusun jumlah produksi yang lebih realistis dan menghindari lonjakan stok yang tidak perlu.
2. Menerapkan Sistem Produksi Bertahap
Alih-alih memproduksi dalam jumlah besar sekaligus, UMKM dapat membagi produksi ke dalam beberapa tahap sesuai perkembangan permintaan pasar. Sistem ini memberi ruang untuk evaluasi di setiap fase produksi. Jika permintaan melambat, volume produksi dapat segera disesuaikan tanpa menimbulkan kerugian besar.
3. Memisahkan Produk Utama dan Produk Pendukung
Tidak semua produk memiliki tingkat perputaran yang sama. UMKM dapat mengelompokkan produk berdasarkan kecepatan penjualannya, seperti produk fast moving dan slow moving. Fokus produksi dapat diarahkan pada produk dengan perputaran tinggi, sementara produk dengan permintaan rendah diproduksi secara terbatas.
4. Menyesuaikan Produksi dengan Kapasitas Penjualan, Bukan Kapasitas Mesin
Kesalahan umum terjadi ketika produksi didasarkan pada kemampuan maksimal alat atau tenaga kerja, bukan pada kemampuan pasar menyerap produk. UMKM disarankan menyesuaikan volume produksi dengan kapasitas distribusi dan penjualan yang nyata. Pendekatan ini membantu mencegah penumpukan barang di gudang.
5. Memperkuat Koordinasi antara Produksi dan Pemasaran
Produksi dan pemasaran perlu berjalan dalam satu arah strategi. Informasi dari tim pemasaran mengenai tren permintaan, respon konsumen, dan hasil promosi harus menjadi dasar keputusan produksi. Koordinasi ini mengurangi risiko produksi yang tidak sejalan dengan kebutuhan pasar.
Menghindari over-production merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan keuangan UMKM. Dengan memanfaatkan data penjualan, menerapkan produksi bertahap, serta memisahkan produk berdasarkan tingkat perputaran, proses produksi menjadi lebih terkontrol. Penyesuaian volume produksi dengan kapasitas pasar dan penguatan koordinasi antar fungsi usaha membantu mencegah pemborosan modal dan sumber daya. Strategi ini mendorong UMKM untuk lebih adaptif terhadap perubahan permintaan. Over-production bukan sekadar masalah teknis, tetapi cerminan dari perencanaan yang kurang terukur. Ketika produksi disusun secara rasional dan berbasis data, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara efisien dan berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
RAT/NNA





