Secarik || Meski Jadi Tokoh Pengubah Sejarah, Penemuan Nikola Tesla Dihentikan

Minggu, 12 Juni 2022 | 16:20 WIB

Nikola Tesla pria kelahiran 10 Juli 1856.

LINK UMKM - Nikola Tesla seorang penemu, fisikawan, teknisi mekanik, dan teknisi listrik berkebangsaan Serbia-Amerika.

Selain fisikawan, teknisi mekanik, dan teknisi listrik. Pria kelahiran 10 Juli 1856 ini juga penemu arus bolak-balik listrik dan radio terkenal dengan kejeniusannya.

Di negeri paman Sam, Nikola Tesla sempat bekerja di perusahaan milik Thomas Edison pada 1884.

Lantas dengan terjadainya perbedaan pandangan, Nikola Tesla memutuskan berhenti bekerja dengan Edison. Edison yang fokus pada bisnis tidak cocok dengan mindset Tesla Pada 1885.

Mengutip History, Nikola Tesla mulai membuat penemuannya sendiri pada tahun 1887 dan 1888, ia menghasilkan lebih dari 30 hak paten untuk temuannya.

Selama hidupnya, Nikola Tesla banyak menyumbangkan penemuan yang berguna hingga saat ini.

Sepeti Sistem AC pada arus listrik, Remote control, Radio, Motor listrik, Trafo tegangan tinggi.

Meskipun memiliki banyak penemuan, Nikola Tesla tidak serta-merta dihormati. Bahkan, dia sering dianggap gila karena ide-ide penemuannya dianggap aneh.

Sedikitnya ada empat penemuan Nikola Tesla yang dihentikan dan belum bisa terwujud.

Dalam sejarahnya, Nikola dikenal sebagai salah satu tokoh penemu yang mengubah sejarah.

Namun, dari sekian banyak penemuannya, tidak semuanya bisa terealisasi. Ada beberapa diantaranya yang dihentikan dengan berbagai alasan. Salah satunya karena dinilai terlalu berbahaya.

Pada ulang tahunnya yang ke-78 atau sekitar tahun 1930an, Nikola Tesla mengklaim telah menemukan sebuah penemuan fantastis. Penemuan barunya ini dikatakan bisa membuat jutaan tentara mati dalam sekejap. Tesla menjulukinya sebagai Peace Beam.

Namun, orang-orang menyebutnya sebagai Death Beam atau Balok Kematian.

Penemuan ini berupa sebuah senjata militer yang bisa mempercepat partikel merkuri dan menembakan sinar berkecepatan tinggi.

Dengan kekuatan yang luar biasa, Death Beam dikatakan bisa menjatuhkan 10.000 musuh dan jangkauannya mencapai hingga 250 mil.

Tesla menawarkan senjata sinar partikelnya ini ke banyak negara termasuk Amerika Serikat. Namun, diketahui hanya Uni Soviet lah yang menunjukan minat terhadapnya.

Lalu Mesin Gempa Buatan Pada tahun 1893, Nikola Tesla telah menemukan osilator mekanik bertenaga uap yang bergetar dengan kecepatan tinggi. Getaran tersebut ditujukan untuk menghasilkan listrik.

Generator listrik bertenaga uap ini pernah dicoba di laboratorium milik nikola tesla. Selama pengujian, dia terus meningkatkan daya getarannya. Getaran semakin terasa dan bangunan tersebut terasa seperti akan runtuh.

Tak lama setelahnya, polisi dan ambulans datang. Namun Tesla sendiri mengatakan kepada asistennya untuk tetap diam dan beralasan kejadian tersebut adalah gempa bumi.

Juga Gelombang Pasang Buatan Pada 1907, Nikola Tesla menghasilkan sebuah penemuan yang dikatakan bisa mencegah perang. Temuan ini bernama Gelombang Pasang Buatan.

Tesla memanfaatkan telegrafi nirkabel yang bisa memicu ledakan di laut.

Hasilnya adalah akan muncul gelombang pasang yang cukup besar dan membalikan seluruh armada musuh.

Energi Nirkabel Pada 1901, Nikola Tesla mendapat sokongan sekitar 150.000 Dollar dari seorang pemodal bernama JP Morgan.

Dalam hal ini, modal tersebut digunakan untuk membangun menara setinggi 185 kaki di pantai utara Long Island. Menara tersebut bisa mentransmisikan pesan, telepon, hingga gambar ke kapal di laut menggunakan sinyal. Proyek tersebut bernama Menara Wardenclyffe.

Namun, dalam hal ini Tesla berpikiran lain. Dia memiliki sebuah ide yang memungkinkan menara ini bisa mengirim daya nirkabel. Dengan eksperimennya di radio dan gelombang mikro, dia yakin bisa mentransmisikan jutaan volt listrik yang bisa menerangi Kota New York.

Akan tetapi, sang pemodal menolak ide dari Tesla ini. Sebagian berspekulasi bahwa penemuan Nikola Tesla ini bisa membuat bisnis Morgan di sektor energi lainnya lumpuh. Akhirnya dia meninggalkan proyek ini pada 1906 sebelum bisa digunakan. Selain itu, pada 1917 menara tersebut juga dibongkar. ***

Komentar (1)

  • DRA RR ENDANG DEWI PUDJOWATI

    27 Juni 2022 | 11:03:59 WIB

    Perjuangan seorang pembesar ilmuwan

    1 bulan lalu