Apa Itu Investasi Leher Ke Atas dan Manfaatnya untuk Perkembangan Diri

Jumat, 29 April 2022 | 00:00 WIB

Apa Itu Investasi Leher Ke Atas dan Manfaatnya untuk Perkembangan Diri

LINK UMKM - Sepertinya tidak banyak orang yang tahu mengenai &039;investasi leher ke atas&039;.

Investasi jenis ini bukan berbentuk uang seperti pada umumnya.

Namun, ini adalah jenis investasi yang hampir tidak memerlukan uang dalam aktivitasnya atau yang dikenal dengan investasi leher ke atas.

Lalu, apa itu investasi leher ke atas yang pernah disebut oleh Raditya Dika di dalam podcastnya?

Menurut Gramedia.com, investasi leher ke atas adalah investasi yang melibatkan sesuatu yang berada di atas leher, yaitu kepala.

Jenis investasi ini tidak kalah penting dibandingkan dengan jenis-jenis investasi lainnya.

Mungkin kamu bingung dan bertanya-tanya, apa yang bisa kita investasikan dari kepala kita.

Jawabannya adalah, di dalam organ kepala kita, ada otak, yang mana perlu di isi dengan ilmu, pemikiran, keterampilan, etika dan moral dalam menjalankan hidup.

Pada dasarnya, investasi leher ke atas adalah bentuk &039;menabung&039; untuk mengembangkan diri dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar di masa mendatang.

Tak hanya dalam bentuk uang, hasil dari investasi leher ke atas bisa berupa relasi, keluarga, serta keterampilan lainnya.

Investasi leher ke atas bisa dikatakan sebagai cara untuk memotivasi dan mengembangkan diri.  

Sama seperti investasi jenis lainnya, investasi leher ke atas juga terbagi ke dalam tiga jenis.

Ketiga jenis investasi leher ke atas ini bisa dilakukan secara bersamaan tanpa harus mengorbankan investasi lainnya.

Kamu bisa melakukannya dengan beriringan, karena ketiga jenis tersebut memiliki kesinambungan satu sama lain.

Berikut ketiga jenis investasi leher ke atas beserta penjelasannya melansir sumber yang sama:

  1. Investasi keterampilan

Sesuai dengan namanya, investasi keterampilan artinya, menginvestasikan waktu untuk mengasah kemampuan dan keterampilan di berbagai bidang.

Keterampilan ini bisa berupa keterampilan yang sudah dimiliki maupun keterampilan baru.

  1. Investasi sosial

Kedua, yaitu melakukan investasi sosial dengan cara menyimpan sejumlah waktu yang dimiliki untuk bersosialisasi dan mencari relasi baru.

Investasi ini bisa dilakukan dengan cara mempererat relasi serta hubungan yang kamu punya.

  1. Investasi spiritual

Investasi jenis ini adalah kebalikan dari investasi sosial. Jika investasi sosial meluangkan waktu untuk memperkuat hubungan antar sesama manusia, investasi spiritual mempererat hubunganmu dengan diri sendiri, dan juga dengan Tuhan Yang Maha Esa.

RZ/MG

Komentar (0)