Sering Salah Arti, Ini Makna Minal Aidin Wal Faizin

Sabtu, 30 April 2022 | 00:00 WIB

Sering Salah Arti, Ini Makna Minal Aidin Wal Faizin

LINK UMKM -  Kalimat “minal aidin wal faizin” santer terdengar saat hari raya Idul Fitri. Lebih lanjut, kalimat ini diiringi pula dengan frasa “mohon maaf lahir dan batin”.

Oleh karena itu, saat perayaan Idul Fitri, kalimat ucapan "minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin", sudah sangat umum dan bak kembar siam yang tak bisa dipisahkan.

Bahkan, beberapa masyarakat mengartikan minal aidin wal faizin sebagai mohon maaf lahir dan batin.

Benarkah demikian? Apa makna minal aidin wal faizin?

Terkait hal ini, dilansir dari Kompas.com, Guru Besar Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, Syamsul Bakri menuturkan, minal aidin wal faizin merupakan penggalan dari sebuah doa, yakni ja’alanallaahu minal ‘aidin wal faizin.

Artinya, "Semoga Allah menjadikan kita kembali ke fitrah dan orang yang memperolah kemenangan."

“Ja’alanallaahu dihilangkan dan jadinya minal aidin wal faizin, maksudnya semoga kita termasuk orang yang kembali ke fitrah. Aidin itu kembali, faizin itu kemenangan,” kata dia saat dihubungi pada Jumat (29/4/2022) siang.

Namun di Indonesia, banyak salah kaprah yang mengartikan minal aidin wal faizin sebagai permohonan maaf lahir dan batin.

Padahal menurut Syamsul, dua kalimat tersebut hanya kalimat yang terbiasa disandingkan dan sebenarnya tidak memiliki hubungan.

“Sebenarnya itu tidak ada hubungan. Itu kalimat sambungan sebenarnya, tapi orang memaknai itu (mohon maaf lahir dan batin) sebagai artinya,” terang dia.

Biasanya, imbuh Syamsul, umat Islam dunia lebih sering menggunakan ungkapan, “Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim.”

Kalimat tersebut memiliki arti, “Semoga Allah menerima ibadah kami dan ibadah kamu semua.”

Doa tersebut juga merupakan ungkapan Idul Fitri yang telah ada sejak era Nabi Muhammad SAW. “Jadi doa atau ucapan Idul Fitri itu dulu aslinya pas era Nabi itu Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim,” ujar Syamsul.

Kemudian, lanjut dia, ungkapan tersebut ditambah dengan kullu ‘ammin wa antum bi khair yang berarti, “Semoga setiap tahun dalam kondisi baik”.

Baru lah di Indonesia berkembang doa ja’alanallaahu minal aidin wal faizin atau yang lebih familiar penggalannya yakni minal aidin wal faizin.

"Tapi lama-lama kok diartikan minal aidin wa faizin lalu mohon maaf lahir batin. Tidak tahu kenapa tiba-tiba begitu. Itu kalimat sambungan dan bukan artinya," jelas Syamsul menambahkan.

 RZ/MG

Komentar (0)