Rangkaian Pelatihan Wirausaha Muda Terus Berlanjut, BRI Kini Gandeng UNS

Jumat, 19 November 2021 | 09:00 WIB

Rangkaian Pelatihan Wirausaha Muda Terus Berlanjut, BRI Kini Gandeng UNS

LINK UMKM -  Rangkaian BRIncubator Goes to Campus dalam memberi pelatihan dan inkubasi UMKM terus diselenggarakan hingga akhir November ini. Bekerjasama dengan beberapa kampus papan atas Tanah Air, kali ini BRI berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret. Mengangkat topik terkait strategi untuk memaksimalkan media sosial khususnya Instagram, pelatihan ini menghadirkan Victoria Wong sebagai salah satu pembicara.

“Berdasarkan data di bulan Januari 2021, orang pertama kali tahu brand baru itu pertama dari search engines, yang kedua dan ketiga dari iklan dan rekomendasi di media sosial. Jadi bayangin kalau kita gak terjun ke media sosial, berarti kita sudah kehilangan dua sumber terbesar orang-orang tahu kita dari mana,” ujar Victoria.

Menurut Victoria, saat ini konten sudah menjadi jembatan pesan brand kepada market. Jika tidak ada konten sebagai jembatan, sebagus apapun produk yang dimiliki orang tidak akan pernah tahu.

“Maka dari itu, di era sekarang bukan produk sebagai yang utama saat membuat konten di media sosial. Tetapi, justru yang harus kita fokuskan pertama adalah kumpulkan orang-orangnya terlebih dahulu atau istilahnya kumpulkan audiencenya terlebih dahulu,” jelasnya.

Pada pelatihan online yang dilaksanakan 8 November 2021 tersebut, dihadiri pula oleh Direktur Inovasi dan Hilirisasi Riset Universitas Sebelas Maret Prof. Dr. Eng Agus Purwantono yang membuka acara dengan memberikan pemaparan singkat tentang peran kampus dalam pengembangan UMKM. Selain itu tampil pula Pegiat Kewirausahaan & Dosen Universitas Sebelas Maret Dr. Ir. Eddy Tri Haryanto sebagai narasumber kedua.

Prof. Agus dalam pemaparannya menyatakan, secara kultur kampus mempunyai beban tugas untuk menjembatani adanya penemuan dan pengembangan melalui divisi Inkubasi dan LKI maupun startup dan inkubasi. Seluruhnya akan sangat bermakna apabila dapat bekerjasama dengan banyak UMKM, semisal dalam proses proteksi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Kita semua tahu bahwa banyak UMKM yang belum mempunyai proteksi dimereknya, belum punya proteksi dirahasia datanya, dan semacamnya. Nah ini, kita bisa ikut memberi warna dibagian tersebut,” ujarnya.

Selain mendapatkan banyak pemahaman dari para praktisi, peserta pelatihan juga memperoleh tambahan pengetahuan mengenai fasilitas dan layanan dari Rumah BUMN Yogyakarta. Tak hanya itu, dalam pelatihan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan aplikasi Link UMKM dan Scoring yang bisa digunakan pelaku usaha untuk menjalankan pemberdayaan terpadu.

Komentar (0)