Penguatan Ekonomi Desa Dinilai Kunci Pemerataan Nasional melalui Program Desa BRILiaN 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 08:00 WIB

Penguatan Ekonomi Desa Dinilai Kunci Pemerataan Nasional melalui Program Desa BRILiaN 2026

LINK UMKM -  Upaya pemerataan ekonomi nasional dinilai semakin efektif ketika pembangunan dimulai dari desa sebagai basis aktivitas produktif masyarakat. Pendekatan tersebut tercermin dalam keberlanjutan Program Desa BRILiaN 2026 yang kembali dibuka oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Program ini dikemukakan berfokus pada tiga pilar utama, yakni pemberdayaan ekonomi desa, penguatan kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi digital secara terintegrasi. Melalui kerangka tersebut, desa diarahkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang mampu mengelola potensi ekonominya secara mandiri dan berkelanjutan.

Secara empiris, pembinaan ribuan desa sepanjang 2025 menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas manajemen desa dan optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berkontribusi terhadap tumbuhnya unit usaha produktif di tingkat lokal. Hal ini memperkuat asumsi bahwa pemerataan ekonomi tidak hanya bergantung pada kota besar, melainkan juga pada kemandirian desa sebagai simpul produksi dan distribusi.

Program Desa BRILiaN juga dinilai sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek penguatan ekonomi lokal, digitalisasi layanan, keberlanjutan, serta inovasi desa. Digitalisasi dipandang sebagai instrumen penting untuk memperluas akses pasar produk desa sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan.

Pada tahun 2026, desa peserta diharapkan memenuhi sejumlah kriteria, antara lain memiliki BUMDes atau koperasi desa yang aktif, produk unggulan kawasan perdesaan, serta kesiapan dalam mengadopsi layanan keuangan dan teknologi digital. Pendekatan kolaboratif dengan melibatkan perangkat desa, kelompok usaha, hingga pemuda desa juga dipandang krusial dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.

Secara sistematis, Program Desa BRILiaN diposisikan sebagai model pembangunan desa adaptif yang menempatkan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Relevansinya semakin kuat di tengah tantangan ketimpangan wilayah dan perlambatan ekonomi global, sehingga desa dipandang sebagai motor baru pemerataan dan ketahanan ekonomi nasional.

Dengan demikian, penguatan desa melalui program terstruktur berbasis inovasi dan keberlanjutan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga sebagai fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih merata dan resilien.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x