Tips Menyusun Target Penjualan Realistis Menjelang Imlek agar UMKM Tidak Salah Perhitungan
Selasa, 21 April 2026 | 00:00 WIB

LINK UMKM - Menjelang perayaan Imlek, aktivitas belanja masyarakat dinilai meningkat pada sektor makanan, minuman, dan produk bernuansa hadiah. Momentum ini sering mendorong UMKM menetapkan target penjualan tinggi tanpa perhitungan yang matang. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan kelebihan produksi atau tekanan pada arus kas. Situasi pasar yang dipengaruhi tradisi berbagi dan konsumsi musiman membuat perencanaan menjadi semakin penting. Target penjualan perlu disusun berdasarkan data dan kemampuan usaha, bukan hanya asumsi permintaan. Dengan pendekatan yang sistematis, UMKM dapat memanfaatkan peluang Imlek secara lebih aman dan terukur.
- Mengacu pada Data Penjualan Imlek Tahun SebelumnyaPenyusunan target dinilai perlu menggunakan data penjualan Imlek periode sebelumnya sebagai dasar utama. Data tersebut menunjukkan produk yang paling diminati serta pola kenaikan permintaan. Dengan membandingkan hasil tahun lalu, UMKM dapat menetapkan target yang lebih realistis. Contohnya, jika penjualan meningkat 15 persen, target tahun ini dapat disesuaikan secara proporsional.
- Menyesuaikan Target dengan Kapasitas Produksi UsahaTarget penjualan perlu diselaraskan dengan kemampuan produksi dan ketersediaan bahan baku. Penetapan target yang terlalu tinggi berisiko menyebabkan keterlambatan produksi dan penurunan kualitas. Pendekatan ini membantu UMKM menjaga konsistensi layanan kepada konsumen. Dampaknya, kepercayaan pelanggan tetap terjaga selama periode permintaan tinggi.
- Memperhatikan Pola Konsumsi Khas ImlekPerilaku konsumen menjelang Imlek dinilai memiliki karakter khusus, seperti meningkatnya permintaan produk hampers dan makanan simbolik. UMKM disarankan menyesuaikan target berdasarkan jenis produk yang relevan dengan tradisi tersebut. Strategi ini membantu usaha fokus pada produk yang berpotensi laris. Dengan demikian, target penjualan tidak ditentukan secara umum, tetapi berdasarkan kebutuhan pasar yang spesifik.
- Membagi Target ke dalam Periode Harian atau MingguanTarget penjualan akan lebih mudah dikontrol jika dibagi ke dalam periode yang lebih pendek. Pembagian ini membantu UMKM memantau pencapaian secara bertahap. Jika realisasi penjualan lebih rendah dari rencana, strategi dapat segera disesuaikan. Contohnya, promosi dapat ditingkatkan pada minggu terakhir menjelang Imlek.
- Mengaitkan Target dengan Strategi Promosi yang TerukurTarget penjualan dinilai perlu dihubungkan dengan rencana promosi yang jelas. Promo yang tidak terarah berisiko tidak memberi dampak signifikan terhadap pencapaian target. Dengan strategi promosi yang terukur, UMKM dapat mengetahui kontribusi setiap program terhadap penjualan. Pendekatan ini menjadikan target sebagai bagian dari perencanaan bisnis, bukan sekadar angka.
Penyusunan target penjualan menjelang Imlek dinilai tidak cukup hanya mengandalkan optimisme pasar. Data penjualan sebelumnya, kapasitas produksi, serta pola konsumsi khas Imlek perlu menjadi dasar utama perencanaan. Pembagian target ke dalam periode yang lebih pendek membantu UMKM mengontrol pencapaian secara berkala. Dukungan strategi promosi yang terarah juga memperkuat peluang tercapainya target. Dengan pendekatan yang realistis dan sistematis, risiko kerugian akibat salah perhitungan dapat ditekan. UMKM diharapkan dapat menerapkan langkah-langkah ini agar momentum Imlek benar-benar memberi manfaat bagi keberlanjutan usaha.



