BRI Nilai UMKM Fondasi Utama Keuangan Berkelanjutan di Negara Berkembang
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:00 WIB

LINK UMKM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menilai keberhasilan pembangunan keuangan berkelanjutan di negara berkembang sangat ditentukan oleh kemampuan pembiayaan menjangkau sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). BRI memandang UMKM sebagai tulang punggung perekonomian karena mendominasi struktur usaha dan berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja serta penguatan rantai pasok lokal.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa lebih dari 90 persen unit usaha di negara berkembang berada pada segmen UMKM. Kondisi tersebut menjadikan UMKM sebagai aktor strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif. Ia menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, BRI memang dirancang untuk melayani segmen mikro dan UMKM sehingga prinsip keuangan berkelanjutan telah menjadi bagian dari praktik bisnis sehari-hari.
Namun demikian, Hery menilai peran UMKM masih kerap terpinggirkan dalam diskursus global mengenai keberlanjutan. Padahal, tanpa keterlibatan UMKM, agenda transisi hijau dan pembangunan berkelanjutan sulit diwujudkan secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa bagi negara berkembang, isu keberlanjutan tidak lagi berhenti pada tataran komitmen, melainkan pada kemampuan eksekusi kebijakan di lapangan.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah memastikan pembiayaan berkelanjutan dapat disalurkan secara aman, efisien, dan dalam skala besar kepada sektor yang paling membutuhkan, terutama UMKM. Dalam konteks tersebut, BRI memosisikan diri sebagai anchor bank dengan mengintegrasikan prinsip inklusi keuangan dan keberlanjutan dalam strategi pembiayaan.
BRI juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, serta mitra internasional untuk menyalurkan skema blended finance kepada pelaku UMKM. Skema ini dinilai penting untuk memperluas akses permodalan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor usaha kecil di tengah tantangan ekonomi global.
Digitalisasi menjadi salah satu pilar utama dalam strategi tersebut. Pemanfaatan teknologi keuangan dipandang mampu meningkatkan efisiensi layanan, memperluas jangkauan pembiayaan hingga ke wilayah perdesaan, serta mendorong penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) pada segmen UMKM.
Komitmen BRI tercermin dari portofolio pembiayaannya. Hingga September 2025, porsi kredit UMKM konsolidasian BRI mencapai sekitar 80,02 persen dari total kredit atau setara lebih dari Rp1.150 triliun. Selain penyaluran kredit, BRI juga menjalankan berbagai program pemberdayaan seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, serta platform LinkUMKM yang telah dimanfaatkan oleh hampir 15 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Hery menilai keberlanjutan ekonomi akan tercapai ketika pembiayaan mampu menjangkau petani, pelaku usaha mikro, dan masyarakat di wilayah perdesaan. Pertumbuhan yang inklusif, menurutnya, hanya dapat terwujud apabila UMKM ikut bergerak maju sebagai fondasi utama sistem keuangan berkelanjutan di negara berkembang.



