Dorong Pertumbuhan UMKM Digital Berdaya Saing, Festival Ramadan Jadi Pengungkit Inklusi Keuangan

Selasa, 10 Maret 2026 | 08:00 WIB

Dorong Pertumbuhan UMKM Digital Berdaya Saing, Festival Ramadan Jadi Pengungkit Inklusi Keuangan

LINK UMKM -  Pertumbuhan digitalisasi layanan perbankan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat daya saing pelaku usaha selama Ramadan. Momentum ini dimanfaatkan oleh Bank Raya, bagian dari BRI Group, melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Sundown Markette Festival yang mengusung tema Harmony of Togetherness.

Kegiatan tersebut diselenggarakan sepanjang Ramadan, mulai 21 Februari hingga 14 Maret 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara tenant UMKM, merek lokal, komunitas, dan unsur budaya, sekaligus menjadi sarana edukasi transaksi digital bagi masyarakat.

Sebanyak 55 tenant UMKM dan brand lokal terlibat dalam festival ini dengan menghadirkan berbagai produk kuliner, karya kreatif, bazar murah, konser musik, kegiatan olahraga komunitas, talkshow, hingga kajian keagamaan. Rangkaian aktivitas tersebut dinilai mampu menciptakan suasana kebersamaan khas Ramadan sekaligus membuka peluang peningkatan omzet bagi pelaku UMKM.

Pihak penyelenggara menilai bahwa festival tematik Ramadan bukan hanya berfungsi sebagai ruang promosi produk, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran ekosistem bisnis digital. Pengunjung diarahkan untuk terbiasa menggunakan transaksi non-tunai, sementara UMKM diperkenalkan pada pengelolaan keuangan berbasis aplikasi perbankan digital.

Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi kunci agar UMKM mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Bank Raya sebagai mitra perbankan bertujuan membangun ekosistem transaksi yang inklusif, praktis, dan aman bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Menurutnya, penggunaan transaksi cashless tidak hanya mempermudah konsumen, tetapi juga membantu UMKM dalam pencatatan keuangan yang lebih tertib dan transparan. Hal tersebut dinilai penting untuk memperkuat fondasi usaha, khususnya di periode permintaan tinggi seperti Ramadan.

Sebagai bagian dari strategi inklusi keuangan, berbagai program promosi turut dihadirkan selama festival berlangsung. Masyarakat memperoleh insentif berupa cashback untuk transaksi tertentu, sementara pelaku UMKM mendapatkan apresiasi melalui program Best Tenant berdasarkan kinerja saldo transaksi selama acara. Skema ini dipandang sebagai stimulus agar UMKM semakin aktif memanfaatkan sistem pembayaran digital.

Selain aspek transaksi, festival ini juga mengusung prinsip keberlanjutan lingkungan. Seluruh tenant diwajibkan menjaga standar kebersihan dan higienitas produk makanan dan minuman melalui pengawasan berkala. Pengelolaan sampah dilakukan secara terstruktur, termasuk pengumpulan dan pengolahan minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan UMKM tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada praktik usaha yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembangunan ekonomi berkelanjutan yang semakin relevan di sektor UMKM.

Penyelenggara dan mitra perbankan menilai bahwa sinergi antara komunitas, dunia usaha, dan lembaga keuangan dapat mempercepat transformasi digital UMKM. Festival Ramadan diposisikan sebagai laboratorium sosial untuk menguji penerapan transaksi digital dalam skala komunitas sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem non-tunai.

Ke depan, penguatan inovasi layanan digital diproyeksikan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan UMKM dalam menghadapi persaingan pasar. Digitalisasi tidak hanya membuka akses ke konsumen yang lebih luas, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan ketahanan usaha.

Melalui pendekatan kolaboratif semacam ini, Ramadan tidak lagi dipandang semata sebagai musim konsumsi, tetapi juga sebagai momentum strategis untuk mempercepat transformasi UMKM menuju ekosistem ekonomi digital yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x