Pemkot Solo Siapkan Holding UMKM Coffee Shop untuk Stabilkan Harga Biji Kopi dan Tekan Inflasi

Selasa, 3 Februari 2026 | 13:00 WIB

Pemkot Solo Siapkan Holding UMKM Coffee Shop untuk Stabilkan Harga Biji Kopi dan Tekan Inflasi

LINK UMKM - Pemerintah Kota Solo merancang pembentukan holding usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor coffee shop sebagai strategi menstabilkan harga biji kopi yang dinilai berkontribusi terhadap inflasi daerah. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi pelaku usaha kopi sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku di tengah meningkatnya permintaan pasar.

Wali Kota Solo menilai sektor coffee shop mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata. Tingginya konsumsi kopi dinilai berdampak langsung terhadap lonjakan harga biji kopi dan bahan baku pendukung, terutama pada periode libur akhir tahun ketika permintaan melonjak signifikan.

Program holding UMKM tersebut dirancang dengan mengonsolidasikan pelaku usaha coffee shop yang memiliki fasilitas roastery agar dapat melakukan pembelian bahan baku secara kolektif. Melalui mekanisme ini, pemerintah daerah berupaya mengurangi fluktuasi harga yang dipicu oleh persaingan pasokan antar pelaku usaha kecil.

Pemerintah kota juga mendorong intervensi pasar secara terbatas melalui dukungan bahan baku biji kopi untuk menekan tekanan inflasi. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan pemerintah pusat agar stabilisasi harga tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi berkelanjutan.

Selain faktor harga, coffee shop dinilai telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Solo. Pertumbuhan jumlah kedai kopi tidak hanya terjadi di kawasan pusat kota, tetapi juga memanfaatkan bangunan lama, rumah kuno, hingga ruko kosong yang diubah menjadi ruang usaha kreatif. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya permintaan pada sektor kuliner berbasis kopi serta pergeseran pola konsumsi masyarakat urban.

Untuk menjaga keberlanjutan pasokan, Pemkot Solo juga menjajaki kerja sama antar daerah dengan wilayah penghasil kopi, salah satunya Kabupaten Temanggung. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang panjang sekaligus menciptakan hubungan dagang langsung antara UMKM coffee shop dan daerah produsen biji kopi.

Langkah kolaborasi antar daerah dipandang penting guna mengurangi ketergantungan pada pasar perantara yang kerap memicu volatilitas harga. Dengan sistem distribusi yang lebih terkontrol, harga bahan baku di tingkat UMKM diharapkan lebih stabil dan terjangkau.

Meski demikian, pemerintah daerah menilai bahwa kenaikan harga biji kopi tidak dapat dilihat sebagai satu-satunya penyebab inflasi di Kota Solo. Inflasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, produksi pertanian, distribusi logistik, serta tren pasar nasional. Oleh karena itu, holding UMKM coffee shop diposisikan sebagai salah satu instrumen pengendalian, bukan solusi tunggal.

Secara strategis, pembentukan holding UMKM coffee shop dinilai tidak hanya bertujuan menekan inflasi, tetapi juga memperkuat daya saing pelaku usaha kecil di sektor kopi. Dengan pengelolaan bahan baku yang lebih efisien dan kolaboratif, UMKM diharapkan mampu menjaga stabilitas harga jual kepada konsumen sekaligus mempertahankan margin usaha.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Solo menempatkan UMKM sebagai bagian dari instrumen stabilisasi ekonomi daerah. Pendekatan berbasis kolaborasi usaha dan intervensi terukur diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan sektor kuliner kopi dan pengendalian inflasi secara berkelanjutan.

RAT/NNA

Komentar

Media Lainnya

Hi!👋
Linda (Link UMKM Digital Assistant)
Chat via WhatsApp disini !

x