UMKM Indonesia Jadi Bintang Penjualan Desember 2024 - 2025, Produk Lokal Kian Mendominasi
Senin, 8 Desember 2025 | 13:00 WIB

LINK UMKM - Penjualan UMKM pada periode Desember 2024 hingga Desember 2025 dinilai menunjukkan tren yang semakin kuat. Data transaksi e-commerce mencatat bahwa Desember 2024 berhasil menorehkan rekor penjualan UMKM sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh lebih dari 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut didorong dominasi produk lokal, peningkatan live shopping, serta momentum Harbolnas dan belanja akhir tahun.
Memasuki Desember 2025, pertumbuhan penjualan UMKM diperkirakan tetap terjaga di kisaran 15–20 persen. Kategori makanan dan fesyen disebut masih menjadi motor utama, seiring semakin kuatnya peran quick commerce, promosi digital, serta preferensi konsumen terhadap produk lokal. Total nilai transaksi e-commerce nasional diproyeksikan menembus US$65 miliar, dengan kontribusi UMKM mencapai sekitar 61 persen terhadap perekonomian nasional.

Kategori makanan dan minuman kembali menempati posisi teratas dalam pertumbuhan penjualan. Peningkatan permintaan hingga hampir 30 persen dinilai dipicu oleh momen Natal, kebutuhan bahan pangan harian, serta tren belanja makanan melalui platform digital dan live shopping. Produk siap saji, hampers, dan groceries menjadi kontributor utama lonjakan ini.
Di posisi berikutnya, kategori fesyen dan aksesori menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan sekitar 25 persen. Produk seperti batik modern, pakaian olahraga, dan aksesori pesta disebut semakin diminati, terutama karena kampanye belanja nasional dan diskon besar akhir tahun. Penjualan lintas negara juga mengalami peningkatan, didorong oleh promosi ekspor UMKM di platform digital.
Sementara itu, personal care dan beauty lokal mencatat pertumbuhan signifikan di atas 20 persen. Produk kosmetik halal dan skincare lokal dinilai mendapat dorongan kuat dari konsumen muda, terutama generasi Z, dengan beberapa platform mencatat lonjakan penjualan yang sangat tinggi selama periode promo.
Kategori elektronik dan gadget lokal juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sekitar 20 persen. Aksesori ponsel, perangkat rumah pintar, dan produk pendukung teknologi menjadi pilihan konsumen, seiring tingginya penetrasi smartphone dan gelombang promo akhir tahun. Di sisi lain, kategori home and living tumbuh mendekati 20 persen, dipengaruhi meningkatnya minat masyarakat untuk mempercantik rumah menjelang tahun baru.
Secara keseluruhan, kelima kategori tersebut dinilai menjadi tulang punggung pertumbuhan UMKM selama musim belanja akhir tahun. Kinerja ini mempertegas peran strategis UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional, sekaligus menunjukkan bahwa produk lokal semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama konsumen Indonesia.
RAT/NNA



